Cari

Memuat...

this my BLOG

Senin, 05 Desember 2011

METODE DEMONSTRASI



METODE DEMONSTRASI
Pengertian Demonstrasi
Secara umum demonstrasi dapat diartikan sebagai salah satu cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.
             Metode Demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tndakan atau prosedur yang dilakukan, misalnya: proses menggunakan sesuatu, proses mengerjakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara yang lai, atau untuk mengetahui/melihat kebenaran sesuatu.
Menurut Udin S. Wianat Putra, dkk ( 2004 : 424 ) “ Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu untuk memperunjukkan proses tertentu “. Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 54 ) : “Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran “.
            Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa metode demonstrasi menurut penulis adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan secara langsung proses terjadinya sesuatu yang disertai dengan penjelasan lisan.

1.      Tujuan
Metode demonstrasi ni memiliki tujuan adalah sebagai berikut :
1)      Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai oleh siswa.
2)      Mengkongkritkan penelasan atau penjelasan kepada sswa.
3)      Mengembangkan kemampuan pengamatan kepada siswa secara bersama-sama.
2.      Alasan Pengunaan Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi akan digunakan oleh seorang guru pada saat :
1)      Tidak semua topik dapat dijelaskan secara gambling dan kongkrit melalui penjelassan atau diskusi.
2)      Karena tujuan dan sidat materi pelajaran yang menuntut dilakukan peragaan berupa demonstrasi.
3)      Tipe belajar siswa yang berbeda-beda, ada yang kuat visual, tetapi lemah auditif dan motorik, ataupun sebaliknya.
4)      Memudahkan mengajarkan suatu proses atau cara kerja sesuai dengan langkah perkembangan kognitif siswa yang masih dalam fase operasional kongkrit.
3.      Kekuatan dan Keterbatasan Metode Demonstrasi
1). Kekuatan Metode Demonstrasi
Kelebihan metode Demonstrasi dibanding dengan metode yang lain adalah :
a.       Pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkrit sehingga tidak terjadi verbalisme
b.      Siswa akan lebih mudah memahami materi pelajaran yang didemonstrasikan itu
c.       Proses pembelajaran akan sangat menarik, sebab siswa tidak hanya mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi
d.      Siswa akan lebih akktif mengamati dan tertarik untuk mencobanya sendiri
e.       Menyajikan materi yang tidak bisa disajikan oleh metode lain
2). Kelemahan Metode Demonstrasi
Kelemahan metode Demonstrasi adalah :
a.       Tidak semua guru dapat melakuakn demonstrasi dengan baik
b.      Terbatasnya sumber belajar, alat pembelajaran, media pembelajaran, situasi yang sering tidak mudah diatur dan terbatasnya waktu.
c.       Demonstrasi memerlukan waktu yang lebih banyak dibanding dengan metode ceramah dan tanya jawab
d.      Metode demonstrasi memerlukan persiapan dan perancangan yang matang
Cara Mengatasi Keterbatasan Metode Demonstrasi
            Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan metode demonstrasi adalah dengan berbagai cara, yakni :
1.        Guru harus terampil melakukan demonstrasi
2.        Melengkapi sumber, alat dan media pembelajaran yang diperlukan untuk demontrasi
3.        Mengatur waktu sebaik mungkin
4.        Membuat rancangan dan persiapan demonstrasi sebaik mungkin
Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Demonstrasi
            Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pelaksanaan metode demonstrasi adalah :
1.        Kegiatan Persiapan
·           Merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa
·           Menyusun materi yang akan diajarkan untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan
·           Menyiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dialakukan untuk mempermudah penguasaan materi yang telah disiapkan
·           Melakukan latian pendemonstrasian termasuk pengggunaan peralatan yang diperlukan.
Kegiatan Pelaksanaan Metode Demonstrasi
a. Kegiatan Pembuka
            Sebelum kegiatan demonstrasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam membuka pelajaran:
·         Aturlah tempat duduk yang memungkinkan siswa dapat memperhatikan apa yang didemonstrasikan guru.
·         Tanyakan pelajaran sebelumnya.
·         Timbulkan motivasi siswa dengan mengemukakan anekdot atau kasus di masyarakat yang ada kaitannya dengan pelajaran yang akan dibahas.
·         Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa dan juga tugas-tugas apa yang harus dilakukan disamping dalam demonstrasi nanti.
b. Kegiatan Inti Pembelajaran
·         Mulaialah melakukan demonstrasi sesuai yang telah direncanakan dan dipersiapkan guru.
·         Pusatkan perhatian siswa kepada hal-hal yang penting yang harus dikuasai dari demonstrasi  yang dilakukan oleh guru sehingga semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan sebaik-baiknya.
·         Ciptakan suasana kondusif dan hindari suasana yang menegangkan.
·         Berikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan kritis mengikuti proses demonstrasi termasuk memberi kesempatan bertanya dan komentar-komentar.
c. Kegiatan Mengakhiri Pembelajaran
            Jika demonstrasi telah selesai, yang dilakukan guru selanjutnya adalah:
·         Meminta siswa merangkum atau menyimpulkan pokok-pokok atau langkah-langkah kegiatan demonstrasi.
·         Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang belum dipahami.
·         Melakukan evaluasi, baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi.
·         Tindak lanjut baik berupa tugas-tugas berikutnya maupun tugas-tugas untuk mendalami materi yang baru diajarkan.

Pada metode demostrasi siswa tidak melakukan percobaan, hanya melihat saja apa yang dikerjakan oleh guru. Jadi demonstrasi  adalah cara mengajar dimana instruktur atau tim guru menujukkan, memperlihatkan suatu proses. Dengan demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan pada apa yang diperlihatkan guru selama proses pelajaran berlangsung.
            Adapun metode demonstrasi memiliki tujuan agar siswa mampu memahami tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu. Dengan demonstrasi siswa dapat mengamati bagian-bagian dari sesuatu benda atau alat seperti bagian tubuh manusia. Siswa juga dapat menyaksikkan kerjanya suatu alat atau mesin. Bila siswa melakukan sendiri demonstrasi tersebut, maka ia dapat mengerti juga cara penggunaan suatu alat tersebut.  dengan demikian, siswa akan mengerti cara-cara penggunaan sesuatu alat atau perkakas, atau suatu mesin, sehingga mereka dapat memilih dan memperbandingkan cara yang terbaik, juga mengetahui kebenaran dari suatu teori didalam praktek.
            Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan demonstrasi adalah :
1.    Guru harus mampu menyusun rumusan masalah tujuan instruksional agar dapat memberi motivasi yang kuat pada siswa untuk belajar
2.    Mempertimbangkan baik-baik apakah pilihan teknik anda mampu menjamin tercapainya tujuan yang telah dirumuskan
3.    Mengamati apakah jumlah siswa member kesempatan untuk sesuatu demonstrasi yang berhasil, bila tidak harus mengambil kebijaksanaan lain
4.    Meneliti alat dan bahan yang akan digunakan mengenai jumlah, kondisi, dan tempatnya. Juga perlu mengenal baik-baik atau telah mencoba terlebih dahulu agar demonstrasi itu berhasil
5.    Harus menetukkan garis besar lsngksh-lsngksh yang akan dilakukan
6.    Ketersedian waktu yang cukup sehingga dapat member keterangan bila perlu dan siswa bisa bertanya
7.    Selama demonstrasi berlangsung guru harus memberi kesempatan pada siswa untuk mengamati dengan baik dan bertanya
8.    Perlu mengadakan evaluasi apakah demonstrasi yang dilakuakan itu berhasil dan bila perlu demonstrasi bisa diulang
Penggunaan metode demontrasi sangat menunjang proses interaksi mengajar belajar dikelas. Keuntungan yang diperoleh ialah dengan menggunakan metode demonstrasi perhatian siswa lebih terpusatkan pada pelajaran yang sedang diberikan, kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh konkrit, sehingga kesan yang diterima siswa lebih mendalam dan tinggal lebih lama pada jiwanya. Akibat selanjutnya memberikan motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar. Jadi dengan demonstrasi itu, siswa dapat parstisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung, serta dapat mengembangkan kecapakannya walaupun demikian adapula kelemahan dari teknik ini, yakni bila alatnya terlalu kecil, atau penempatan yang kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa. Dalam hal ini, dituntut pula guru mampu menjelaskan proses berlangsungnya demonstrasi dengan bahasa dan suara yang dapat ditangkap oleh siswa. Juga bila waktu tidak tersedia dengan cukup maka demonstrasi akan berlangsung terputus-putus atau tidak dijalankan tergesa-gesa sehingga hasilnya memuaskan. Dalam demonstrasi bila siswa tidak diikut sertakan, maka proses demonstrasi akan kurang dipahami oleh siswa, sehingga kurang berhasil adanya demonstrasi itu.

DAFTAR PUSTAKA
Abimanyu, Soli.2008.Strategi Pembelajaran.Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Syaiful Bahri Djamarah. 1999. Kesenian Musik Minagkabau Sumatera Barat
Udin S. Winata Putra, dkk. 2004. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Universitas Terbuka

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...