Cari

this my BLOG

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Take War With Your Machine on Gaming

Selamat datang di blog saya, selamat menikmati dan semoga bermanfaat.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Februari 2013

Apa itu Berpikir Logis, Kritis, dan kreatif ?


Berpikir Logis
                Berpikir secara logis adalah suatu proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional  dan masuk akal. Secara etymologis logika berasal dari kata logos yang mempunyai dua arti 1) pemikiran 2) kata-kata. Jadi logika adalah ilmu yang mengkaji pemikiran. Karena pemikiran selalu diekspresikan dalam kata-kata, maka logika juga berkaitan dengan “kata sebagai ekspresi dari pemikiran”. Dengan berpikir logis, kita akan mampu membedakan dan mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi pada kita saat ini apakah kejadian-kejadian itu masuk akal dan sesuai dengan ilmu pengetahuan atau tidak. Tidak hanya itu, seorang peserta didik juga harus mampu berpikir kritis sehingga ia mampu mengolah fenomena-fenomena yang diterima oleh sistem indera hingga dapat memunculkan berbagai pertanyaan yang berkaitan dan menggelitik untuk dicari jawabannya.

PBK (Penilaian Berbasis Kelas)


2.1. Pengertian Penilaian
            Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan iinformasi yang dipero;eh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrument tes dan non tes (Sunarmi dan Imam,2003). Dengan demikian maksud dari penilaian adalah member nilai tentang kualitas sesuatu. Tiak hanya sekedar mencari jawaban pertanyaan tentang apa, tetapi lebih diarahkan menjawab pertanyaan bagaimana atau seberapa jauh suatu proses atau suatu hasil yang diperoleh seseorang atau suatu program.

Kamis, 12 April 2012

Teori, Strategi, Metode, dan Pendekatan Pembelajaran


A.    TEORI
Sebagai salah satu komponen yang sering disebut-sebut saat kita membahas belajar dan pembelajaran. Teori belajar sendiri dapat diartikan secara umum sebagai konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoritis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori ditunjukkan oleh adanya konsep, konstruk, prinsip, dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap  keluasaan ilmu pengetahuan (Tim Pengembang Pendidikan FIP-UIP, 2007:193).

Teori, Strategi, Metode, dan Pendekatan Pembelajaran


A.    TEORI
Sebagai salah satu komponen yang sering disebut-sebut saat kita membahas belajar dan pembelajaran. Teori belajar sendiri dapat diartikan secara umum sebagai konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoritis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori ditunjukkan oleh adanya konsep, konstruk, prinsip, dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap  keluasaan ilmu pengetahuan (Tim Pengembang Pendidikan FIP-UIP, 2007:193).

Teknik belajar dan pembelajaran


Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Macam Teori Belajar Dalam Pendidikan

Dalam psikologi dan pendidikan, pembelajaran secara umum didefinisikan sebagai proses yang menyatukan pengaruh kognitif, emosional, dan lingkungan dan pengalaman untuk memperoleh, meningkatkan, atau membuat perubahan dalam pengetahuan seseorang, keterampilan, nilai, dan pandangan dunia (Illeris, 2004; Ormrod, 1995). Hal ini juga dianggap sebagai cara di mana informasi diserap, diproses, dan disimpan. “Teori Belajar” adalah hipotesis rumit yang menggambarkan bagaimana sebenarnya prosedur ini terjadi. Teori belajar memiliki dua nilai utama menurut Hill (2002), Salah satunya adalah dalam menyediakan kita dengan kosa kata dan kerangka kerja konseptual untuk menafsirkan contoh pembelajaran yang kita amati. Yang lainnya adalah dalam mengusulkan dimana kita seharusnya mencari solusi untuk masalah praktis. Teori-teori tidak memberikan solusi, tetapi mengarahkan perhatian kita pada variabel yang penting dalam menemukan solusi.

Kamis, 05 April 2012

MEDIA PEMBELAJARAN



Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar (Mustikasari, 2008). Dan menurut Djamarah (2010)  media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dimana bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan ketranpilan.

Penilaian Berbasis Kelas Dengan segala Kriterianya



Evaluasi atau penilaian sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan kehidupan manusia sehari-hari. Hal seperti ini bisa terjadi secara disadari atau tidak, sebenarnya evaluasi sudah sering dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun kegiatan sosial lainnya. Hal ini dapat dilihat mulai dari berpakaian, setelah berpakaian ia berdiri dihadapan kaca apakah penampilannya sudah wajar atau belum.

Senin, 05 Desember 2011

METODE DEMONSTRASI



METODE DEMONSTRASI
Pengertian Demonstrasi
Secara umum demonstrasi dapat diartikan sebagai salah satu cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan pada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.
             Metode Demonstrasi biasanya berkenaan dengan tindakan-tndakan atau prosedur yang dilakukan, misalnya: proses menggunakan sesuatu, proses mengerjakan sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara yang lai, atau untuk mengetahui/melihat kebenaran sesuatu.
Menurut Udin S. Wianat Putra, dkk ( 2004 : 424 ) “ Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsung objek atau cara melakukan sesuatu untuk memperunjukkan proses tertentu “. Sedangkan menurut Syaiful Bahri Djamarah ( 2000 : 54 ) : “Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan suatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran “.
            Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa metode demonstrasi menurut penulis adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan secara langsung proses terjadinya sesuatu yang disertai dengan penjelasan lisan.

MEDIA PEMBELAJARAN



MEDIA PEMBELAJARAN

Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium. Secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar (Mustikasari, 2008). Dan menurut Djamarah (2010)  media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dimana bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan ketranpilan.

Belajar Dan Pembelajaran



BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

A.    TEORI
Sebagai salah satu komponen yang sering disebut-sebut saat kita membahas belajar dan pembelajaran. Teori belajar sendiri dapat diartikan secara umum sebagai konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoritis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori ditunjukkan oleh adanya konsep, konstruk, prinsip, dan proposisi yang memberi sumbangan terhadap  keluasaan ilmu pengetahuan (Tim Pengembang Pendidikan FIP-UIP, 2007:193).
Menurut para ahli teori belajar dan pembelajarn dibedakan menjadi beberapa teori yang bersumber dari aliran-aliran psikologi, beberapa dinataranya adalah: (A) teori behaviorisme; (B) teori belajar kognitif menurut Piaget; (C) teori pemrosesan informasi dari Gagne, dan (D) teori belajar gestalt (Anonim, 200)
1.      Teori Behaviorisme
Secara umum kata behaviorisme berasal dari dua kata yaitu behavior yang diartikan sebagai tingkah laku. Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :

Teknik belajar dan pembelajaran



Teknik belajar dan pembelajaran
Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...